JAKARTA, KOMPAS.com - Seiring dengan perkembangan zaman dan melesatnya kemajuan teknologi, kegiatan memasak makanan di rumah bisa semakin terasa mudah dengan adanya kehadiran oven microwave.
Oven microwave merupakan sebuah peralatan elektronik dapur yang menggunakan radiasi gelombang mikro untuk memasak atau memanaskan makanan.
Ada berbagai makanan yang bisa kamu masak di dalam oven microwave, sehingga makanan dapat dinikmati dengan panas dan renyah.
Baca juga: 5 Wadah yang Tidak Boleh Dimasukkan ke dalam Microwave
Akan tetapi, tidak semua makanan bisa kamu masukkan ke dalam microwave, karena itu bisa berpengaruh pada makanan itu sendiri atau memengaruhi kinerja microwave.
Dilansir beberapa sumber, Selasa (9/2/2021), berikut ini beberapa makanan yang tidak boleh dimasukkan ke dalam oven microwave.
1. Telur utuh
Saat dimasukkan ke dalam oven microwave, telur menghasilkan uap di dalam cangkang dan akan meledak. Jadi jangan mencoba merebus telur di dalam oven microwave.
2. Daging olahan
Daging olahan biasanya mengandung banyak bahan kimia dan pengawet. Nah, ternyata mereka menjadi lebih buruk saat kamu masak di dalam microwave.
Baca juga: 6 Cara Membersihkan Microwave Tanpa Perlu Digosok
Cara kamu memasak, menyimpan, dan memanaskan kembali daging olahan dapat berkontribusi pada produksi produk oksidasi kolesterol, yang dapat lebih berbahaya bagi sel arteri daripada kolesterol murni dan lebih terkait langsung dengan penyakit jantung.
Satu studi menemukan bahwa daging yang dihangatkan dengan microwave menghasilkan produksi COP yang lebih tinggi pada sosis, bacon, dan daging, dibandingkan dengan metode memasak lainnya.
3. Paprika
Memanaskan salah satu sayuran pedas ini ke dalam oven microwave tidak hanya akan membuat sayuran berasap, tetapi juga mungkin membuatnya terbakar.
Dan capsaicin, yakni bahan kimia yang membuat cabai panas dilepaskan dalam proses nuking. Jadi saat kamu membuka oven microwave, capsaicin akan dilepaskan ke udara, menyebabkan matami perih dan tenggorokanmu terasa panas.
4. ASI dan susu formula
Banyak ibu baru membekukan dan menyimpan ASI mereka untuk digunakan nanti, dan itu bagus, selama tidak dipanaskan kembali ke dalam oven microwave.
Dengan cara yang sama seperti gelombang mikro memanaskan piring makanan secara tidak merata, mereka juga dapat menghangatkan botol ASI secara tidak merata, menciptakan “titik panas” yang dapat membakar mulut dan tenggorokan bayi secara parah.
Baca juga: Meletakkan Microwave di Atas Kulkas, Apakah Aman?
Lalu ada bahaya karsinogen yang datang dari plastik yang dipanaskan kembali. FDA merekomendasikan agar ASI dan susu formula dicairkan dan dipanaskan kembali dalam panci di atas kompor, atau menggunakan air keran panas.
Sebagai solusinya, kamu bisa memanaskan secangkir air di microwave dan kemudian memasukkan kantong atau botol ASI ke dalamnya untuk mencair.
5. Nasi
Menurut Food Standards Agency, nasi yang dihangatkan di microwave terkadang bisa menyebabkan keracunan makanan. Nasi melibatkan keberadaan umum bakteri yang sangat resisten yang disebut Bacillus cereus.
Panas dari microwave membunuh bakteri ini, tetapi dapat menghasilkan spora yang beracun, menurut temuan dalam International Journal of Food Microbiology.
Baca juga: Ketahui, 10 Fungsi Microwave Selain Memanaskan Makanan
Sejumlah penelitian mengonfirmasi bahwa begitu nasi keluar dari microwave dan ditinggalkan pada suhu kamar, spora yang dikandungnya dapat berkembang biak dan menyebabkan keracunan makanan jika seseorang memakannya.
6. Air
Tidak sedikit orang berpikir mereka dapat memanaskan secangkir air untuk membuat kopi atau teh panas menggunakan microwave.
Namun, menurut The Daily Meal, saat kamu memanaskan secangkir air di microwave, itu bisa menjadi super panas tanpa mendidih.
Kemudian, saat kamu menambahkan kantong teh atau mengaduk cairan di dalam mug, cairan itu mendidih dengan cepat sekaligus, yang dapat menyebabkannya tumpah atau meledak, yang berarti mengakibatkan luka bakar hebat.
7. Sayuran hijau
Sayuran hijau agak berbahaya ketika dimasukkan ke dalam microwave. Menurut laporan NPR, kangkung dan sayuran lainnya dapat menyala saat dipanaskan dengan microwave, berpotensi merusak alat dan menghanguskannya.
Mark Golkowski, profesor teknik kelistrikan di University of Colorado, Denver, mengatakan jika ada perbedaan dalam sifat listrik dan udara untuk menangkap percikan, kemungkinan sayuran akan menyala.
Baca juga: Simak, Cara Mudah Membersihkan Microwave Oven
Sayuran berdaun hijau harus dihindari dalam oven microwave karena beberapa di antaranya dapat terbakar, berpotensi membakar tidak hanya makananmi tetapi juga peralatanmu. Berhati-hatilah.
8. Kentang
Untungnya, kamu masih aman untuk memasukkan kentang mentah sebagai lauk yang cepat dan mudah. Bahayanya datang saat kamu mencoba memanaskan kembali kentang yang sudah dimasak.
Memasak kentang dalam aluminium foil melindungi bakteri C. botulinum dari panas, artinya bakteri masih dapat berkembang jika kentang berada pada suhu ruangan terlalu lama, dan berpotensi menyebabkan botulisme.
Menurut Penn State College of Agricultural Sciences, kentang dapat menjadi tempat berkembang biak bagi Clostridium botulinum (botulism) jika tidak segera dimasukkan ke dalam kulkas setelah kamu selesai memakannya.
Baca juga: Cara Mudah Membersihkan Microwave Oven, Pakai Lemon dan Cuka
9. Buah beku
Buah beku memang akan sulit untuk dikonsumsi, tapi kamu tidak boleh memanaskannya di oven microwave karena dapat menyebabkan sifat baik pada kandungan buah berubah menjadi karsinogen.
10. Saus
Menempatkan semangkuk saus ke dalam microwave selama beberapa menit memungkinkan kamu mendengar bunyi mengelembung dan membuat microwave milikmu dipenuhi percikan saus.
Hal ini terjadi karena saus yang kental menyulitkan partikel untuk bergerak dengan mudah, sehingga tekanan uap di bawah permukaan microwave akan menumpuk hingga akhirnya meletus untuk mengeluarkan uap, membuat saus beterbangan.
Disarankan untuk memanaskan saus di atas kompor, di mana kamu bisa terus mengaduk saus saat sedang memanas untuk mengeluarkan uap dan tekanan.