Anak Ahmad Bahar Dibawa ke Markas GRIB Saat Ulang Tahun, Istri: Sedih Banget

Anak Ahmad Bahar Dibawa ke Markas GRIB Saat Ulang Tahun, Istri: Sedih Banget

Selasa, 19 Mei 2026 | 07:07 WIB
Penulis:

Editor: Muhammad Isa Bustomi

JAKARTA, KOMPAS.com - Anak penulis Ahmad Bahar disebut sempat dipaksa ikut ke markas organisasi masyarakat GRIB Jaya tepat pada hari ulang tahunnya, saat rumah keluarga itu didatangi sejumlah orang yang mencari keberadaan Ahmad Bahar.

Istri Ahmad Bahar, Yenni Nur, mengaku sedih atas peristiwa yang dialami anaknya tersebut. Saat kejadian, Ahmad Bahar sedang berada di luar rumah, sedangkan dirinya juga sedang berada di luar kota.

“Yang dicari Pak Ahmad, terus sampai anak saya dibawa itu untuk jadi sandera kalau Pak Ahmad belum nemuin mereka, gitu loh. Jadi disuruh datang dulu baru anak saya dipulangin, mana itu pas hari ulang tahun anak saya, sedih,” kata Yenni dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Baca juga: Putri Ahmad Bahar Sempat Diinterogasi Hercules Saat Berada di Markas GRIB Jaya

Peristiwa itu terjadi ketika rumahnya didatangi sejumlah anggota GRIB Jaya yang mencari suaminya. Namun, saat itu di rumah hanya ada anak-anak mereka.

Menurut Yenni, Ahmad Bahar sedang menyerahkan buku kepada Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, sehingga tidak berada di rumah ketika rombongan datang.

“Kemarin jam 14.00 WIB, di rumah cuma ada anak-anak saya, mereka nyari suami saya enggak ada, akhirnya anak saya dipaksa ikut biar suami saya nemuin Hercules di markasnya,” ujar dia.

Ia menuturkan, rombongan tersebut bahkan disebut sempat memaksa masuk dan menggeledah rumah untuk mencari Ahmad Bahar.

Meski Ahmad tidak ditemukan, mereka disebut tetap bertahan di lokasi hingga akhirnya membawa salah satu anaknya pergi.

Baca juga: Penulis Ahmad Bahar Sepakat Damai dengan GRIB Jaya Usai Rumahnya Digeruduk

Ketua RW setempat disebut ikut mendampingi anak Yenni saat dibawa ke markas GRIB Jaya guna memastikan keselamatannya.

Dugaan peretasan nomor ponsel

Yenni mengatakan, penggerudukan rumah keluarganya diduga dipicu peretasan nomor telepon seluler milik putrinya beberapa hari sebelumnya.

Menurut dia, nomor tersebut digunakan oleh pelaku peretasan untuk mengirim pesan bernada ancaman kepada Ketua Umum GRIB Jaya Rosario de Marshall alias Hercules.

“Tiga atau empat hari yang lalu, HP anak saya di-hack. Ternyata hacker-nya itu mengancam-ancam si Hercules, pakai nomor anak saya,” kata Yenni.

Dia mengaku, pihak keluarga sebenarnya telah memberikan penjelasan dan bukti bahwa ponsel anaknya diretas. Namun, penjelasan itu disebut tidak dipercaya.

“Waktu itu ada dua orang dari pihak mereka yang datang mengklarifikasi. Tetap aja katanya, ‘Itu kamu yang lakuin’. Lah, mau nunjukin gimana lagi, kita ada bukti-bukti kalau HP kita di-hack,” ujar dia.

Baca juga: Ahmad Bahar Buka Suara, Ungkap Duduk Perkara GRIB Jaya Geruduk Rumahnya

Selain dugaan peretasan, Yenni menyebut penggerudukan juga diduga berkaitan dengan unggahan video Ahmad Bahar di TikTok yang menyinggung Hercules saat berseteru dengan Amien Rais.

Kini, anak Ahmad Bahar disebut sudah kembali ke rumah. Kedua belah pihak juga dikabarkan sepakat berdamai secara tertulis.

Bantahan GRIB Jaya

GRIB Jaya membantah telah mengepung rumah penulis buku Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok, Minggu (17/5/2026).

Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, mengatakan, kedatangan mereka untuk meminta klarifikasi kontan video yang menyinggung Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules.

"Narasi yang menyebutkan adanya "pengepungan massa" dinilai sangat berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan," ujar Marcel dalam keterangan tertulis, Senin.

Baca juga: Anak Penulis Ahmad Bahar Dipaksa Ikut ke Markas GRIB agar Ayahnya Bertemu Hercules

Marcel mengatakan, kedatangan anggota GRIB Jaya juga mengingatkan Ahmad Bahar bahwa ruang publik harus diisi dengan fakta, bukan fitnah atau provokasi.

Untuk menjaga kondusivitas di lingkungan sekitar dan menghindari hal-hal anarkistis, anggota GRIB meminta Ahmad Bahar langsung datang ke Kantor DPP GRIB Jaya guna mengklarifikasi pernyataannya yang menyinggung Hercules.

"Sayangnya, Ahmad Bahar dinilai tidak kesatria dan mencoba lepas dari tanggung jawab. Alih-alih hadir secara jantan, ia justru melarikan diri, mematikan telepon genggamnya, dan hanya mengutus putrinya untuk datang ke kantor DPP," kata Marcel.

Sebelum ke rumah Ahmad Bahar, Tim Hukum DPP GRIB Jaya telah merampungkan berkas dan mengumpulkan bukti-bukti digital untuk melapor ke polisi.

Hal ini dipicu oleh aksi doxing yang dilakukan secara masif oleh sejumlah nomor asing melalui aplikasi WhatsApp.

Baca juga: Anggota GRIB Jaya Sempat Geledah Rumah Cari Keberadaan Penulis Ahmad Bahar

Nomor-nomor gelap tersebut menyebarkan konten TikTok Ahmad Bahar yang ditujukan terhadap Hercules.

Pesan-pesan tersebut sengaja dikirimkan secara berulang kepada orang-orang terdekat Hercules.

"Sebelum bergerak ke lokasi, Tim Hukum DPP GRIB Jaya telah merampungkan berkas dan mengumpulkan bukti-bukti digital untuk melaporkan Ahmad Bahar ke pihak kepolisian," ujar dia.

©2026 PT. Kompas Cyber Media

Pengakuan Anak Ahmad Bahar Usai Diinterogasi Hercules: Ditanya "Kamu Disuruh Siapa?"

Pengakuan Anak Ahmad Bahar Usai Diinterogasi Hercules: Ditanya "Kamu Disuruh Siapa?"

Selasa, 19 Mei 2026 | 09:42 WIB

DEPOK, KOMPAS.com - F (33), putri penulis buku Ahmad Bahar, mengaku sempat ditanya Ketua Umum GRIB Jaya Rosario de Marshall alias Hercules mengenai siapa yang menyuruhnya mengirim pesan bernada ancaman kepada istri Hercules.

Hal itu disampaikan Hercules saat F dibawa ke markas GRIB Jaya di wilayah Depok, Jawa Barat, pada Minggu (17/5/2026) malam.

“Beliau bertanya misalnya, ‘Kamu disuruh siapa?’ Lah saya juga bingung, saya disuruh siapa saya juga enggak tahu orang akun saya di-hack gitu kan,” ujar F saat ditemui Kompas.com di rumahnya di Cimanggis, Depok, Senin (18/5/2026).

Baca juga: Putri Ahmad Bahar Ungkap Momen Diinterogasi Hercules di Markas GRIB Jaya: Beliau Masih Enggak Percaya

F menegaskan, dia tidak pernah mengirim pesan ancaman sebagaimana yang dituduhkan.

Ia mengaku, akun WhatsApp miliknya sempat diretas beberapa hari sebelumnya.

Menurut F, Hercules saat itu belum percaya bahwa pesan-pesan yang beredar bukan dikirim olehnya secara langsung.

“Kalau Pak Hercules-nya sendiri, kalau dari yang saya tangkap ya, beliau masih enggak percaya kalau misalnya bukan saya yang mengirimkan chat-chat yang tidak bertanggung jawab itulah pokoknya,” kata dia.

Meski demikian, F mengatakan, Hercules tidak berbicara dengan nada marah saat menginterogasinya.

Baca juga: Keluarga Ahmad Bahar Klaim Sudah Jelaskan HP Diretas, tapi Tetap Didatangi Massa GRIB

Namun, semua pertanyaan disampaikan secara tegas.

F juga menyebut Hercules tidak membacakan secara rinci isi pesan yang dipersoalkan.

Ia hanya menegaskan bahwa ada pesan dari nomor WhatsApp milik F yang berisi ancaman terhadap istrinya.

Saat mencoba memberikan penjelasan mengenai dugaan peretasan akun WhatsApp miliknya, F mengaku beberapa kali dipotong saat berbicara.

Perempuan berusia 33 tahun itu mengatakan, pertemuannya dengan Hercules berlangsung sekitar 30 menit sebelum dia kembali dimintai keterangan oleh anggota GRIB Jaya lainnya.

F sebelumnya dibawa sejumlah anggota GRIB Jaya dari rumahnya di Cimanggis menuju markas organisasi tersebut pada Minggu sore.

Baca juga: Duduk Perkara Konflik Penulis Ahmad Bahar Vs GRIB Jaya, Kini Berakhir Damai

Saat itu, ia didampingi ketua RW setempat.

Setibanya di kantor GRIB Jaya, F tidak langsung bertemu Hercules karena yang bersangkutan masih memiliki kegiatan lain.

Ia baru bertemu sekitar pukul 20.00 WIB.

Dalam pertemuan itu, Hercules juga meminta F menghubungi ayahnya, Ahmad Bahar, agar datang menjemput dirinya ke markas GRIB Jaya.

Namun, menurut F, nomor telepon ayahnya saat itu sulit dihubungi.

Selama berada di markas GRIB Jaya hingga akhirnya diantar ke Polres Depok, F mengaku tidak mengalami kekerasan fisik.

Baca juga: Konten TikTok Diduga Jadi Pemicu Rumah Ahmad Bahar Didatangi Massa GRIB

Ia mengatakan, dia hanya dimintai penjelasan mengenai pesan dan video yang dikirim dari nomor WhatsApp miliknya kepada sejumlah pengurus GRIB Jaya, termasuk kepada istri Hercules dan Hercules sendiri.

Selain itu, F juga diminta menjelaskan kronologi dugaan peretasan akun WhatsApp miliknya serta kejadian saat peretasan berlangsung.

Peretasan akun WhatsApp

F mengaku akun WhatsApp miliknya diretas pada Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Saat itu, ia tiba-tiba menerima permintaan pengisian OTP sebelum akhirnya akun WhatsApp-nya keluar sendiri dan tidak bisa diakses kembali.

Setelah beberapa kali mencoba login dan menghubungi provider, F baru bisa mengakses kembali akunnya sekitar pukul 20.00 WIB.

Namun, tak lama kemudian akun tersebut kembali diblokir sementara oleh pihak WhatsApp untuk peninjauan.

Baca juga: Anak Ahmad Bahar Dibawa ke Markas GRIB saat Ulang Tahun, Istri: Sedih Banget

Keesokan harinya, F mendapati dua nomor asing menghubunginya dan mempertanyakan pesan serta video yang dikirim dari nomor WhatsApp miliknya.

Setelah meminta bukti kiriman tersebut, F baru mengetahui ada pesan bernada ancaman dan video AI tentang ayahnya yang dikirim saat akun itu diretas.

“Ada video soal ayah, tapi itu video AI. Saya baru sadar ternyata itu berhubungan dengan ayah,” ujar F.

Rumah Ahmad Bahar didatangi anggota GRIB Jaya

Sebelumnya, rumah Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok, didatangi belasan orang yang mengaku anggota GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026).

Mereka disebut mencari Ahmad Bahar, tetapi karena tidak ada di rumah, putrinya yang berusia 33 tahun dibawa ke markas GRIB Jaya.

Istri Ahmad Bahar, Yenni Nur, mengatakan, putrinya dibawa agar Ahmad Bahar mau menemui Hercules.

Baca juga: Penulis Ahmad Bahar Sepakat Damai dengan GRIB Jaya Usai Rumahnya Digeruduk

Menurut dia, rombongan tersebut juga sempat masuk dan mencari Ahmad Bahar di dalam rumah.

“Anak saya dipaksa ikut biar suami saya nemuin Hercules di markasnya,” kata Yenni.

Yenni menyebut ketua RW setempat ikut mendampingi putrinya saat dibawa untuk memastikan keselamatannya.

Penjelasan GRIB Jaya

GRIB Jaya membantah tudingan mengepung rumah Ahmad Bahar.

Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, mengatakan, kedatangan anggota GRIB Jaya hanya untuk meminta klarifikasi terkait video yang dianggap menyinggung Hercules.

“Narasi yang menyebutkan adanya ‘pengepungan massa’ dinilai sangat berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” ujar Marcel dalam keterangan tertulis.

©2026 PT. Kompas Cyber Media

Purbaya Masih Tersenyum meskipun Rupiah Melemah, Yakin Ekonomi RI Tetap Aman

Purbaya Masih Tersenyum meskipun Rupiah Melemah, Yakin Ekonomi RI Tetap Aman

Selasa, 19 Mei 2026 | 07:07 WIB
Penulis: Debrinata Rizky

Editor: Aprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan optimismenya dengan terus tersenyum saat merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp 17.600 per dollar Amerika Serikat (AS).

Di tengah tekanan terhadap mata uang domestik dan berbagai sentimen global, Purbaya justru menilai kondisi ekonomi Indonesia masih berada dalam situasi yang baik.

“Kalau saya senyum ekonominya bagus, rupiahnya juga bagus. Makanya saya senyum terus,” ujar Purbaya kepada wartawan ditemui di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta pada Senin (18/5/2026).

Terkait tekanan rupiah terhadap dollar AS dan potensi dampaknya terhadap subsidi energi serta asumsi makro APBN, Purbaya memastikan pemerintah telah melakukan perhitungan matang.

Baca juga: Sempat Ditanya Prabowo soal Dollar di Halim, Ini Respons Purbaya

Hitungan pelemahan rupiah

Purbaya mengatakan, pemerintah telah menghitung skenario pelemahan rupiah dalam pengelolaan APBN, termasuk dampaknya terhadap subsidi energi.

Ia mengatakan, pemerintah tidak lagi menggunakan asumsi nilai tukar lama dalam menghitung kebutuhan anggaran negara.

“Waktu kita hitung rupiahnya bukan seperti asumsi APBN yang sebelumnya. Jadi gitu kira-kira,” ucapnya.

Namun, Purbaya enggan membeberkan angka detail yang digunakan pemerintah karena khawatir menimbulkan spekulasi pasar mengenai target nilai tukar pemerintah.

“Tapi sudah kita hitung jadi enggak usah khawatir,” kata dia.

Baca juga: Jumlah Masih Rahasia, Purbaya Pastikan Anggaran Alutsista Tahun Depan Disiapkan

Purbaya menambahkan, penjelasan lebih lengkap mengenai kondisi APBN akan disampaikan pemerintah dalam konferensi pers APBN yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (19/5/2026).

Purbaya memastikan bahwa pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipasi sehingga masyarakat diminta tetap tenang menghadapi tekanan nilai tukar rupiah.


Dollar tak digunakan di desa

Selain itu, Purbaya juga menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait masyarakat desa yang disebut tidak menggunakan dollar AS. Menurut dia, pernyataan tersebut harus dipahami sesuai konteks saat disampaikan Presiden.

Ia menjelaskan, pernyataan itu disampaikan dalam konteks kegiatan koperasi desa dan bukan dalam pembahasan ekonomi internasional atau pasar valuta asing.

Purbaya menjelaskan, maksud dari Presiden Prabowo adalah dollar AS tidak dipakai dalam operasional desa.

Apalagi, Prabowo melontarkan pernyataan tersebut saat Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, di Kabupaten Nganjuk.

“Itu kan konteksnya di sana di pedesaan, mungkin pas kalau di sana. Bukan konteks internasional kan? Dia ngomongnya di koperasi desa itu,” kata Purbaya.

Baca juga: Dollar AS Makin Mahal, Purbaya Minta Masyarakat Tak Khawatirkan Subsidi BBM

Meski begitu, Purbaya meminta publik tidak menafsirkan pernyataan Presiden secara keliru.

Menurut dia, publik tidak perlu menganggap Presiden tidak memahami persoalan nilai tukar rupiah hanya karena pernyataan tersebut.

“Jadi jangan anggap Pak Presiden enggak ngerti. Pak Presiden ngerti betul tentang rupiah. Cuman kan konteksnya di sana waktu kemarin itu,” ujarnya.

Baca juga: Petani di Jember: Kami Memang Tak Pegang Dollar, tapi Harga Pupuk Ikut Naik

©2026 PT. Kompas Cyber Media

Trump Batalkan Serangan Militer ke Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok

Trump Batalkan Serangan Militer ke Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok

Selasa, 19 Mei 2026 | 09:30 WIB

KOMPAS.com - Harga minyak dunia dilaporkan langsung anjlok pada perdagangan Senin waktu Amerika Serikat (AS) atau Selasa (19/5/2026) pagi WIB setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer terhadap Iran yang semula dijadwalkan pada Selasa.

Langkah penundaan operasi militer ke Iran ini diambil oleh Trump setelah adanya permintaan langsung dari sejumlah pemimpin negara-negara Arab di kawasan Teluk, di tengah proses negosiasi serius yang saat ini sedang berlangsung.

Harga minyak dunia anjlok dan blokade Selat Hormuz

Berdasarkan data pasar global pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 07.01 WIB, harga minyak mentah standar Brent langsung merosot dari 112 dollar AS menjadi 109 dollar AS per barel, sesaat setelah Trump merilis pernyataannya di platform media sosial Truth Social.

Sebelum pengumuman tersebut keluar, pergerakan harga minyak dunia sempat mengalami fluktuasi tajam sepanjang hari Senin. Hal ini dipicu oleh peringatan keras Trump kepada Iran pada akhir pekan lalu bahwa "waktu terus berjalan" di tengah mandeknya proses perundingan damai.

Pasar energi global memang terus bergejolak sejak Iran secara efektif menutup jalur perairan vital Selat Hormuz.

Langkah Teheran tersebut merupakan bentuk pembalasan atas rangkaian serangan udara besar-besaran yang diluncurkan oleh pasukan koalisi Amerika Serikat dan Israel ke negara tersebut sejak 28 Februari lalu.

Padahal, sekitar seperlima (20 persen) dari pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG) global biasanya melintasi rute maritim sempit yang sangat strategis ini.

Oleh karena itu, pergerakan harga minyak dunia sangat sensitif dan merespons cepat setiap sinyal kemajuan atau kebuntuan dari kesepakatan damai untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Baca juga: Batal Serang Iran, Trump Sebut Ada Permintaan Khusus dari Negara-negara Teluk

"Bisikan" negara Teluk dan komitmen nuklir Trump

Kenaikan harga minyak mentah di awal perdagangan hari Senin sebelumnya sempat dipicu oleh unggahan Trump di media sosial. Saat itu, ia menulis bahwa Iran harus segera bertindak cepat untuk menyetujui damai atau hancur total.

Presiden AS tersebut bahkan sempat memperingatkan pada minggu lalu bahwa skema gencatan senjata berada dalam kondisi kritis atau "sekarang dalam masa kritis yang masif" setelah dirinya menolak mentah-mentah tuntutan Iran yang ia sebut "sama sekali tidak dapat diterima".

Menurut platform berita Axios, Trump bahkan dijadwalkan menggelar pertemuan penting dengan jajaran penasihat keamanan nasional tingkat tinggi pada hari Selasa guna membahas opsi aksi militer terhadap Iran.

Namun, arah angin berbalik dan harga minyak dunia mulai turun setelah kantor berita Iran melaporkan bahwa AS bersedia menerima klausul pengecualian sanksi sementara terhadap ekspor minyak mentah Iran selama proses negosiasi berlangsung.

Informasi ini memicu harapan baru terkait progres pembicaraan damai.

Tak lama berselang, pada hari Senin, Trump mengonfirmasi perkembangan tersebut.

"Negosiasi serius sekarang sedang berlangsung," kata Trump.

Melalui unggahan lanjutan di Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa para pemimpin dari Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) telah menghubungi dirinya untuk meminta penangguhan serangan militer yang direncanakan pada hari Selasa.

Para pemimpin negara Teluk meyakini bahwa kesepakatan yang "sangat dapat diterima" oleh pihak Washington akan segera tercapai dalam waktu dekat. Terkait hal ini, Trump pun menegaskan kembali komitmennya mengenai ambisi nuklir Teheran.

Meski demikian, Trump memberikan peringatan keras bahwa militer Amerika Serikat tetap dalam posisi siaga penuh. AS siap melakukan tindakan agresif kapan saja jika perundingan gagal.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah Iran belum memberikan komentar resmi secara terbuka terkait pernyataan terbaru Trump tersebut.

Baca juga: Kronologi Kapal GSF Dicegat Israel: 9 WNI Ditahan, Termasuk Jurnalis Tempo dan Republika

Biaya pinjaman pemerintah melonjak dan ancaman inflasi

Dilansir dari BBC, melonjaknya biaya energi global sejak konflik Timur Tengah ini pecah tidak hanya berdampak pada harga minyak dunia, tetapi juga mengerek naik biaya pinjaman pemerintah (government borrowing costs) yang diukur dari imbal hasil (yield) obligasi.

Pasar mengkhawatirkan tingginya tagihan energi akan memicu lonjakan inflasi, yang pada akhirnya memaksa bank sentral di berbagai negara untuk menaikkan suku bunga.

Pada hari Senin, imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) bertenor 10 tahun sempat menyentuh angka 4,63 persen, level tertinggi dalam lebih dari satu tahun terakhir, sebelum akhirnya melunak seiring penurunan harga minyak.

Kondisi serupa terjadi di Asia. Yield obligasi pemerintah Jepang melonjak tajam setelah Reuters melaporkan bahwa Tokyo kemungkinan besar akan menerbitkan utang baru demi mendanai anggaran tambahan (extra budget) untuk meredam hantaman ekonomi akibat perang ini.

Imbal hasil obligasi jangka panjang Jepang bertenor 30 tahun melesat ke rekor tertinggi sepanjang sejarah di angka 4,2 persen, sementara tenot 10 tahun melonjak ke 2,8 persen, tertinggi sejak Oktober 1996.

Baca juga: Trump Desak Iran Segera Berdamai atau Hadapi Kehancuran Total

Di Eropa, yield obligasi zona euro juga sempat dibuka menguat di pagi hari sebelum akhirnya jatuh kembali mengekor penurunan harga minyak dunia. Dinamika pasar keuangan ini bertepatan dengan momentum pertemuan para menteri keuangan G7 di Paris.

Kepala Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, saat tiba di lokasi pertemuan sempat ditanya oleh wartawan apakah dirinya khawatir dengan aksi jual massal (sell-off) di pasar obligasi global saat ini.

"Saya selalu khawatir, itulah pekerjaan saya," jawab Lagarde singkat kepada para wartawan.

Kepada BBC, Kepala Ekonom Rystad Energy, Claudio Galimberti, memperingatkan bahwa tingginya harga minyak dunia saat ini menempatkan perekonomian dalam situasi yang sangat mengerikan.

"Ini adalah situasi yang sangat mengerikan dan akan memburuk kecuali selat itu (Hormuz) dibuka," kata Galimberti.

"Kita sedang mendekati musim panas penuh penderitaan, saya khawatir, kecuali Hormuz dibuka," lanjutnya.

Melambungnya harga minyak mentah otomatis mengerek biaya bahan bakar bagi sektor bisnis, termasuk industri penerbangan yang tengah memasuki puncak musim liburan (peak holiday season).

©2026 PT. Kompas Cyber Media

Membaca Kehebatan Persib yang Berpeluang Hattrick Juara

Membaca Kehebatan Persib yang Berpeluang Hattrick Juara

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:23 WIB
Penulis: Ardi Gunardi

Editor: Ferril Dennys

DI ERA sepak bola modern, kemenangan sering kali justru menjauhkan klub dari publiknya sendiri.

Semakin besar sebuah klub, semakin mahal harga tiketnya. Semakin modern stadionnya, semakin steril atmosfernya.

Semakin profesional organisasinya, semakin terasa pula jarak antara klub dan komunitas yang dahulu membesarkannya.

Sepak bola dunia sudah terlalu sering memperlihatkan gejala itu.

Klub berubah menjadi korporasi hiburan. Suporter perlahan diposisikan sebagai pasar.

Loyalitas diterjemahkan menjadi angka penjualan merchandise, traffic media sosial, atau nilai sponsor.

Di banyak tempat, sepak bola memang masih ramai, tetapi perlahan kehilangan kehangatan sosialnya.

Karena itu, kemenangan Persib atas PSM Makassar dengan skor 2-1 pada Minggu (17/5/2026) malam, menarik dibaca bukan hanya dari sudut olahraga, melainkan juga dari perspektif manajemen organisasi.

Baca juga: Orang Desa Tidak Pakai Dolar dan Retorika Populis Prabowo

Persib sedang menunjukkan sesuatu yang tidak selalu mudah ditemukan dalam sepak bola modern.

Tumbuh sebagai organisasi profesional tanpa sepenuhnya kehilangan kedekatan emosional dengan komunitasnya. Dan mungkin di situlah letak kekuatan terbesarnya.

Peluang hattrick juara yang mulai terbuka hari ini tentu tidak lahir secara tiba-tiba.

Dalam ilmu manajemen, kemenangan yang berulang biasanya merupakan gejala dari organisasi yang mulai menemukan stabilitasnya.

Klub yang terus berada di papan atas umumnya tidak hanya memiliki pemain bagus, tetapi juga kultur organisasi yang bekerja cukup lama di belakang layar.

Dalam studi tentang Manchester United, ekonom olahraga Bill Gerrard (2004) menjelaskan bahwa dominasi klub besar tidak dibangun semata oleh taktik di lapangan.

Klub besar bertahan karena mampu menciptakan sustainable competitive advantage—keunggulan kompetitif yang terus direproduksi melalui manajemen organisasi, stabilitas kultur, loyalitas publik, dan kekuatan identitas.

Menang melahirkan loyalitas. Loyalitas menciptakan dukungan ekonomi. Dukungan ekonomi memperkuat organisasi. Organisasi yang kuat kembali menciptakan kemenangan.

Siklus itulah yang membuat klub besar sulit runtuh. Tetapi sepak bola modern juga memperlihatkan sisi lain yang lebih problematis.

Ketika klub terlalu berhasil menjadi industri, ia sering mulai kehilangan sentuhan sosialnya.

Fans tidak lagi merasa menjadi bagian dari klub, melainkan hanya konsumen yang membeli pengalaman hiburan.

Fenomena itu pernah melahirkan perlawanan menarik di Inggris.

Ketika Manchester United tumbuh menjadi mesin bisnis global, sebagian suporternya justru merasa semakin asing dengan klub yang mereka cintai.

Baca juga: Persib dan Seni Menjaga Sense of Belonging di Era Sepak Bola Modern

Dari situlah lahir FC United of Manchester. Klub alternatif yang dibangun atas semangat komunitas, keterjangkauan, dan kritik terhadap komersialisasi sepak bola.

Mereka merasa sepak bola telah berubah terlalu jauh. Menang secara bisnis, tetapi kalah secara emosional.

Di titik ini, Persib menjadi menarik untuk dibaca.

Persib jelas sedang bergerak menuju organisasi olahraga modern. Profesionalisme meningkat. Tata kelola mulai lebih stabil. Ekosistem bisnis berkembang.

Kehadiran digital semakin kuat. Klub juga semakin sadar bahwa sepak bola hari ini tidak bisa hanya hidup dari romantisme tribune.

Namun pada saat yang sama, Persib belum sepenuhnya kehilangan identitas sosialnya.

Atmosfer Bobotoh masih terasa sebagai energi kolektif, bukan sekadar penonton pertandingan.

Bandung masih melihat Persib bukan hanya sebagai klub, tetapi bagian dari identitas kota.

Bahkan ketika tim sedang tidak baik-baik saja, hubungan emosional itu tidak benar-benar putus.

Di sinilah paradoks sepak bola modern bekerja secara menarik. Biasanya, semakin industrial sebuah klub, semakin cair hubungan sosial di dalamnya.

Loyalitas berubah menjadi transaksi. Kedekatan berubah menjadi konsumsi. Tetapi Persib sejauh ini memperlihatkan gejala yang agak berbeda.

Semakin profesional organisasinya, justru semakin besar rasa memiliki publik terhadap klub tersebut.

Tentu ini bukan sesuatu yang otomatis akan bertahan selamanya.

Sejarah sepak bola Eropa memperlihatkan bahwa keberhasilan sering membawa godaan untuk bergerak terlalu jauh ke arah industrialisasi.

Ketika organisasi mulai terlalu sibuk mengejar monetisasi, sponsor, dan ekspansi bisnis, identitas sosial perlahan bisa memudar tanpa disadari.

Baca juga: Ketika Prabowo Menantang Logika Pasar

Klub menjadi besar, tetapi terasa jauh. Modern secara ekonomi, tetapi dingin secara emosional.

Karena itu, tantangan terbesar Persib ke depan mungkin bukan sekadar mempertahankan peluang hattrick juara.

Tantangan sesungguhnya adalah menjaga keseimbangan antara menjadi organisasi profesional dan tetap terasa sebagai milik bersama.

Dalam ilmu manajemen, banyak organisasi gagal bukan karena kekurangan sumber daya, melainkan karena kehilangan makna sosial di mata publiknya.

Mereka efisien, tetapi tidak lagi dicintai. Mereka besar, tetapi tidak lagi memiliki ikatan emosional yang kuat dengan komunitasnya.

Persib tampaknya belum sampai pada fase itu.

Justru yang terlihat hari ini adalah kombinasi yang cukup langka dalam sepak bola modern: organisasi yang mulai kuat secara manajerial, tetapi masih hidup dari energi sosial komunitasnya.

Dan itu tidak sederhana.

Sebab loyalitas publik tidak bisa dibeli seperti membeli pemain asing, tetapi dibangun dari pengalaman panjang, simbol kolektif, memori kemenangan, penderitaan bersama, hingga rasa memiliki yang diwariskan lintas generasi.

Itulah sebabnya kemenangan Persib atas PSM terasa lebih besar daripada sekadar hasil pertandingan.

Ini seperti penanda bahwa di tengah sepak bola yang semakin industrial, hubungan emosional antara klub dan komunitas ternyata belum sepenuhnya hilang.

Mungkin inilah pelajaran paling penting dari Persib hari ini.

Bahwa organisasi modern tidak selalu harus kehilangan jiwanya ketika tumbuh menjadi besar.

Bahwa dalam sepak bola, seperti juga dalam banyak organisasi lain, kemenangan paling penting sering kali bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi tentang tetap dipercaya ketika sedang berada di puncak.

©2026 PT. Kompas Cyber Media

Ibu di Bekasi Mengaku Diperas Rp 22 Juta agar Anaknya Bebas dari Kasus Narkoba, Ini Kata Polisi

Ibu di Bekasi Mengaku Diperas Rp 22 Juta agar Anaknya Bebas dari Kasus Narkoba, Ini Kata Polisi

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:39 WIB

BEKASI, KOMPAS.com — Kepala Seksi Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan pemeriksaan terkait video seorang ibu di Bekasi mengaku diperas agar anaknya bisa bebas dari kasus narkoba.

“Perkaranya saat ini sedang diproses. Semua pihak sedang diminta keterangan. Dan anggota kami tidak pernah meminta atau pun menerima uang,” ujar Aliyani saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan, Senin (18/5/2026).

Aliyani menegaskan, apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oknum anggota, maka akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Baca juga: 5 WNI Ditangkap Israel, Muncul Desakan Indonesia Keluar dari BOP

“Kalau ada oknum anggota yang melakukan perbuatan tercela, pasti akan kami tindak,” kata dia.

Ia juga menyebut Satresnarkoba Polres Metro Bekasi selama ini bekerja sesuai prosedur dalam penanganan kasus narkotika.

“Kami selalu berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkoba di wilayah Bekasi. Ini terbukti dengan banyaknya pelaku narkoba yang sudah ditangkap oleh Polres maupun Polsek,” ujar Aliyani.

Baca juga: Viral Curi BBM di Lebih dari 20 Lokasi, 3 Residivis di Padang Ditangkap Polisi

Sebelumnha, seorang ibu di Kabupaten Bekasi mengaku dimintai sejumlah uang oleh oknum polisi setelah anaknya diamankan dalam kasus dugaan narkotika oleh Polres Metro Bekasi.

Pengakuan tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @angel_vission dan viral di media sosial hingga menuai beragam tanggapan warganet.

Dalam video itu, terlihat seorang perempuan mengenakan pakaian cokelat muda dan kerudung cokelat tua menceritakan kronologi saat anaknya disebut diamankan terkait dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu.

Baca juga: Penjambret Ponsel WN Italia di Bundaran HI Ditangkap Polisi

Ia mengaku keluarganya sempat dimintai uang hingga puluhan juta rupiah.

“Awalnya diminta Rp 20 juta. Karena ada keterlambatan sampai malam, jadi naik lagi Rp 25 juta. Terus dari kita memohon-mohon, akhirnya jadi Rp 22 juta,” ujar perempuan tersebut dalam video yang beredar.

Ia juga mengaku dijanjikan bahwa anaknya akan segera dibebaskan apabila permintaan tersebut dipenuhi.

Baca juga: Pelaku Pelecehan Seksual Saat Acara Surabaya Vaganza Ditangkap, Sempat Diamuk Massa

“Katanya nanti dijamin besok keluar. Kalau pun belum bisa, nanti minta lagi buat ‘nyiram’, istilahnya begitu. Terus saya ditelepon terus, jadi saya merasa dikejar-kejar,” lanjutnya.

Sementara itu, Kompas.com telah berupaya menghubungi pihak keluarga terkait dugaan tersebut.

Namun hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh keterangan lebih lanjut dari pihak keluarga maupun informasi tambahan terkait perkara tersebut.

©2026 PT. Kompas Cyber Media