JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menyita sejumlah uang dollar Amerika Serikat dan Singapura di dalam brankas saat menggeledah restoran Perancis di Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026).
Brankas tersebut tersimpan dalam tempat tersembunyi di balik lemari dalam restoran tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan penyidik juga menyita sejumlah dokumen di dalam brankas itu.
“Ternyata memang ada beberapa dokumen dan penyimpanan uang dalam jumlah yang cukup besar, fantastis, dan ini dalam mata uang dollar AS dan Singapura,” ungkap Budi ditemui di lokasi, Rabu.
Baca juga: Polisi Temukan Brankas Tersembunyi Saat Geledah Restoran di Cipete Terkait Dugaan Korupsi PLN
Saat ini penyidik masih menghitung nominal uang dollar AS dan Singapura tersebut.
Penyidik juga menyita sejumlah dokumen dari beberapa titik penggeledahan lainnya.
Adapun titik lain yang digeledah meliputi kawasan Sudirman, Kuningan, termasuk rumah dan kantor.
Selain itu, rumah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, dijaga ketat oleh aparat TNI.
Adapun penggeledahan ini terkait dugaan pencucian uang (TPPU) dan korupsi yang mengakibatkan pemadaman lampu (blackout) di Sumatera.
“Penggeledahan ini dilakukan terkait penyidikan dua laporan polisi, tentang dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang serta dugaan tindak pidana suap,” kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Victor Dean Mackbon, ditemui di lokasi, Rabu.
Baca juga: Polisi Geledah 8 Lokasi Terkait Korupsi dan TPPU Blackout Sumatera, Restoran di Cipete Ikut Disasar
Mackbon merinci, dua laporan tersebut berkaitan dengan proses penanganan hukum PT Asabri dan Asuransi Jiwasraya dalam kurun waktu tahun 2020 sampai dengan 2025.
Selain itu, penggeledahan juga berkaitan dengan tindak pidana korupsi dan TPPU dalam proses penyelesaian uang PT CBS kepada PT KNO oleh penyelenggara negara dalam kurun waktu yang sama.
Saat ini kepolisian dari satuan Brimob yang dilengkapi dengan senjata masih berjaga di sekitar restoran dan money changer tersebut.
JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) merespons keras gugatan perdata senilai Rp 14,5 triliun atas perbuatan melawan hukum (PMH) yang dilayangkan pihak yang mengeklaim sebagai ahli waris sah lahan Hotel Sultan.
Kuasa Hukum PPKGBK dan Setneg, Kharis Sucipto, mempertanyakan motif di balik gugatan bernilai fantastis tersebut yang baru dimunculkan saat ini, mengingat legalitas lahan Hotel Sultan telah diputus sah milik negara di pengadilan.
"Sudah banyak putusan yang berkekuatan hukum tetap, baik perdata maupun administrasi, yang menyatakan bahwa HPL 1 Gelora adalah sah. Sehingga tentu putusan-putusan ini nanti yang juga akan menjadi sandaran hukum dalam perkara ini," kata Kharis di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026).
Baca juga: Hotel Sultan Disebut Akan Dirobohkan, Pengelola GBK: Kami Masih Fokus Pendataan Karyawan
"Dan tentu menjadi satu pertanyaan juga kepada Penggugat, kenapa baru sekarang? Dari dulu ke mana saja?" sambung dia.
Selain menuntut pembatalan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 26 dan 27 milik PT Indobuildco agar dicoret dari Hak Pengelolaan (HPL) 1 Gelora, pihak penggugat juga menuntut ganti rugi dengan nilai lebih dari Rp 14,5 triliun.
"Penggugat meminta ganti rugi sebesar 14 triliun rupiah (untuk) kerugian materiil, dan immateriil sebesar 500 miliar rupiah," ujar Kharis.
Menghadapi tuntutan tersebut, Kharis menegaskan bahwa berdasarkan dokumen negara, lahan Hotel Sultan telah dibebaskan sepenuhnya oleh pemerintah sejak puluhan tahun silam.
Bahkan, tidak pernah ada catatan mengenai dokumen peninggalan kolonial Eigendom Verponding yang diklaim oleh pihak penggugat sebagai dasar hukum tuntutan.
"Dari seluruh dokumen yang ada di GBK maupun di Setneg, eks-HGB 26 dan eks-HGB 27 itu seluruhnya sudah dibebaskan oleh pemerintah pada tahun 1959 sampai 1962. Tidak ada Eigendom Verponding 1684 terdaftar di bidang tanah eks-HGB 26 dan eks-HGB 27," tegasnya.
Baca juga: Sengketa Hotel Sultan Belum Usai, Kini Digugat Ahli Waris Pakubuwono VIII
Gugatan ini terdaftar dengan nomor 411/Pdt.G/2026/PN Jkt.Pst ini diajukan oleh Raden Mas (RM) Kusrahardjo yang mengeklaim sebagai ahli waris dari RM Koesno atau Pakubuwono ke-VIII sebagai pemilik lahan Hotel Sultan.
Ia menggugat enam pihak, meliputi PT Indobuildco, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Keuangan, Kementerian ATR/BPN, Kepala Kantor Pertanahan Jakarta Pusat, serta PPKGBK.
"Persoalan ini adalah persoalan antara ahli waris pemilik tanah dengan surat *Eigendom Verponding* nomor 1684 atas nama RM Koesno. Itu adalah Pakubuwono ke-VIII atau Raja Solo ke-VIII," kata Kuasa Hukum Ahli Waris, Suryadi.
Suryadi mengeklaim bahwa tanah tempat berdirinya Hotel Sultan secara hukum masih sah milik RM Koesno.
Menurutnya, sejak dokumen Eigendom Verponding itu diterbitkan pada tahun 1938, pihak keluarga Pakubuwono VIII sama sekali belum pernah melakukan peralihan hak kepada pihak mana pun, termasuk kepada Pemerintah RI.
Dokumen itu juga disebutnya telah tercatat dalam sistem administrasi negara pada tahun 1980, sehingga seharusnya terdaftar secara resmi.
"Sertifikatnya itu adalah Eigendom Verponding tahun 1938 dan sudah diregister di Dirjen Agraria kala itu. Jadi dulu itu kan belum ada namanya Kementerian ATR/BPN, di bawah Kementerian Dalam Negeri, itu didaftarkan pada Januari 1980. Jadi seharusnya saat ini sudah terdaftar di ATR/BPN. Pemiliknya atas nama RM Koesno," jelas dia.
Baca juga: Nasib Karyawan Hotel Sultan yang Menanti Kembali Dipekerjakan
Oleh sebab itu, pihak ahli waris mempertanyakan dasar diterbitkannya HGB lahan Hotel Sultan pada tahun 1958 serta sertifikat HPL atas nama GBK pada tahun 1998, yang dinilai dilakukan secara sepihak.
"Di sini saat ini mereka berebut hak kelola, tapi pemilik sah tanah tersebut tidak pernah dihubungi. Maka dengan adanya seperti itu, pemilik sah ahli warisnya menggugat," tutur Suryadi.
JAKARTA, KOMPAS.com - Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengungkap alasan penyetopan laju sebuah mobil ambulans di Jalan RM. Margono Djojohadikoesoemo, Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (6/7/2026).
Erlyn menyebut, penghentian sementara itu dilakukan untuk memberikan jalan bagi rombongan tamu negara, yakni Perdana Menteri (PM) Singapura, Lawrence Wong, yang hendak masuk ke Hotel Shangri-La.
"Saat itu sekitar pukul 15.15 WIB, ada rombongan iring-iringan tamu negara, yaitu Perdana Menteri Singapura kan lagi kunjungan. Perdana Menteri Singapura habis dari Istana Negara, dia mau masuk ke Hotel Shangri-La itu, yang mana merupakan tempat akomodasi mereka," jelas Erlyn saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026).
Baca juga: Massa Pendukung MBG Dicegat Polisi Saat Hendak Aksi di Kantor BGN
Menurut Erlyn, penghentian kendaraan dari arah Karet Bivak, termasuk ambulans yang saat itu membunyikan sirene, hanya berlangsung sementara hingga rombongan PM Singapura melintas dan masuk ke area hotel.
"Ketika rombongan Perdana Menteri Singapura ini mau masuk ke Hotel Shangri-La, diberhentikanlah sebentar. Sebentar aja itu diberhentikannya, termasuk ada dua mobil ya, satu ambulans dan satu lagi mobil Toyota Agya barengan dia, yang melintas di jalur lawan arah di situ, ditahan sebentar aja enggak lama," jelas Erlyn.
Meskipun sempat disetop, polisi mengeklaim bahwa ambulans tersebut tetap menjadi prioritas utama.
Begitu rombongan tamu negara selesai melintas, ambulans itu langsung diberikan akses jalan lebih dulu dibandingkan kendaraan lainnya.
"Sebelum yang lain dijalankan lagi juga ambulans itu sudah dikasih jalan duluan. Nah, setelah rombongan ini masuk ke akomodasi selesai, itu dibuka lagi lah gitu jalannya," ujarnya.
Saat ambulans mulai berjalan kembali, petugas yang mengatur lalu lintas di lokasi, yakni PS Kanit Lantas Polsek Tanah Abang AKP Djoko Siswanto, tampak memberikan isyarat tangan.
Erlyn menyebut, gestur tersebut merupakan diskresi anggota di lapangan untuk meminta pengemudi mengecilkan volume sirene.
Baca juga: Polisi Diduga Pukul Kaca Ambulans Saat Kawal Iring-iringan di Karet Jakpus
"Pak Djoko ini mengimbau memberikan isyarat tangan agar ambulans mengurangi volume sirenenya. Mungkin itu diskresi yang bersangkutan saja, dia minta agar mungkin supaya tidak terlalu bising suaranya karena sudah dibukakan jalan, berhubung sedang ada rombongan tamu kehormatan begitu," tutur Erlyn.
Erlyn juga membantah adanya dugaan pemukulan kaca mobil ambulans oleh Djoko.
Ia mengeklaim bahwa yang terjadi bukanlah pemukulan, melainkan tangan petugas yang tidak sengaja berbenturan dengan kaca spion.
"Jadi bukan pemukulan ya, bukan bukan ada pemukulan kaca gitu, bukan. Tetapi itu tidak sengaja kena spion karena posisinya mobilnya ini mengambil jalur sebelah kanan gitu," kata dua.
Buntut dari kejadian ini, Erlyn membenarkan bahwa AKP Djoko Siswanto telah dimintai keterangan lebih lanjut oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.
Sebelumnya diberitakan, seorang polisi lalu lintas diduga memukul kaca mobil ambulans yang mellintas di kawasan Jalan RM. Margono Djojohadikoesoemo, Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Senin (6/7/2026) lalu.
Baca juga: Pramono: Penataan Kabel Semrawut Tak Bisa Sekaligus karena Persoalannya Kompleks
Peristiwa itu terekam kamera dashboard mobil ambulans sekitar pukul 15.16 WIB, saat polisi tengah mengatur lalu lintas untuk iring-iringan pejabat yang melintas.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @infojakarta.co.id, awalnya mobil ambulans tersebut tengah melaju dari arah Karet menuju ke arah Jalan Galunggung sambil membunyikan sirene.
Kemudian, sejumlah polisi menahan arus lalu lintas untuk mempersilakan rombongan iring-iringan mobil berjenis van berwarna hitam yang keluar dari arah Jalan Karet Pasar Baru Timur 2.
Saat mobil ambulans kembali berjalan, terlihat seorang polisi lalu lintas yang mengenakan rompi hijau dan masker hitam sempat menunjuk-nunjuk ke arah sirine mobil.
Kemudian, saat berpapasan langsung, polisi tersebut diduga melakukan pemukulan terhadap kaca mobil ambulans hingga suara pukulannya terdengar dalam rekaman.
Pihak Ambulance 104 Sultan pun membenarkan adanya kejadian pemukulan kaca tersebut, sesuai dengan yang terekam di kamera dashboard mobil.
Menurut dia, unit mobil Ambulance 104 Sultan saat itu tengah melintas untuk menjemput pasien di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Senen, Jakarta Pusat.
Baca juga: Buronan yang Tewas Loncat dari Apartemen Depok Diduga Bunuh Diri karena Takut Ditangkap
"Kronologisnya sesuai dengan caption di medsos itu ya. Mobil sedang melintas menjemput pasien yang terlambat jemput di RSCM," jelas narahubung tersebut kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa/
Pihak ambulans menyebut bahwa sejak awal sirene mobil telah menyala selama melintas dari kawasan Karet Tengsin.
Namun, saat melintas kembali setelah sempat disetop, polisi terduga pemukul kaca sempat memberikan gestur seolah meminta agar sirene tersebut dimatikan.
"Setelah unit diberhentikan dan melanjutkan perjalanan, ada polisi di dengan memberikan kode tangan menunjuk untuk mematikan sirene, setelah itu terjadi (pemukulan kaca)," jelasnya.
KOMPAS.com - Bank Dunia (World Bank) resmi menaikkan status Sri Lanka menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas (upper-middle-income country) pada 2026.
Pencapaian itu diraih hanya tiga tahun setelah negara kepulauan tersebut mengalami krisis ekonomi terburuk yang sempat membawanya ke ambang kehancuran.
Dalam pembaruan klasifikasi pendapatan yang dirilis pada Rabu (1/7/2026), Bank Dunia mengklasifikasikan ulang Sri Lanka dari kelompok negara berpenghasilan menengah ke bawah setelah perekonomiannya tumbuh 5 persen sepanjang 2025.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pemulihan yang merata di berbagai sektor, terutama industri, pariwisata, dan jasa keuangan.
Bank Dunia bahkan menyebut Sri Lanka sebagai "kisah pemulihan".
"Hanya tiga tahun setelah krisis ekonomi parah yang membawa negara itu ke ambang kehancuran pada tahun 2022, PDB riil tumbuh sebesar 5 persen pada tahun 2025, didorong oleh pemulihan di berbagai industri dan pertumbuhan di sektor jasa keuangan dan pariwisata," tulis Bank Dunia.
Lembaga itu menambahkan bahwa perubahan klasifikasi tersebut menjadi bukti ketahanan ekonomi Sri Lanka.
"Klasifikasi ulang ini merupakan penanda ketahanan, meskipun negara tersebut hanya sedikit melewati ambang batas."
Bank Dunia membagi negara ke dalam empat kelompok pendapatan, yakni berpenghasilan tinggi, menengah atas, menengah bawah, dan rendah.
Penilaian tersebut didasarkan pada pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita pada tahun kalender sebelumnya.
Edisi klasifikasi tahun ini mencakup 218 negara dan akan menjadi acuan global hingga akhir Juni 2027.
Dilansir dari The Business Standard (5/7/2026), kenaikan status tersebut menjadi simbol keberhasilan Sri Lanka keluar dari krisis ekonomi yang sempat mengguncang negara itu.
Krisis bermula dari rangkaian guncangan besar, mulai dari serangan bom Minggu Paskah pada 2019 yang menghantam sektor pariwisata, pandemi Covid-19, hingga krisis neraca pembayaran yang berujung pada gagal bayar utang luar negeri pada April 2022.
Saat itu Sri Lanka menghentikan pembayaran kewajiban luar negeri sekitar 51 miliar dollar AS, yang berakibat jadi gagal bayar utang negara pertama dalam sejarahnya.
Krisis tersebut dipicu oleh berbagai faktor yang terjadi secara bersamaan.
Di dalam negeri, pemerintah melakukan pemotongan pajak besar-besaran yang menggerus penerimaan negara.
Di sisi lain, negara ini juga menghadapi defisit fiskal dan defisit transaksi berjalan yang kronis sehingga semakin bergantung pada pinjaman komersial luar negeri.
Tekanan semakin berat ketika industri pariwisata terpukul akibat serangan 2019 dan pandemi Covid-19, sementara lonjakan harga komoditas global memperburuk kondisi neraca pembayaran.
Akibatnya, cadangan devisa Sri Lanka terkuras hingga negara itu kesulitan membiayai impor kebutuhan pokok seperti bahan bakar, gas, dan obat-obatan.
Untuk memulihkan kondisi ekonomi, Sri Lanka memperoleh fasilitas pendanaan Extended Fund Facility (EFF) dari Dana Moneter Internasional (IMF) senilai 3 miliar dollar AS yang disertai program konsolidasi fiskal dan pengetatan moneter oleh Bank Sentral Sri Lanka.
Pemerintah juga menjalankan berbagai reformasi, mulai dari memperluas basis pajak, merasionalisasi harga energi dengan mengurangi subsidi, hingga mengendalikan belanja negara.
Kebijakan tersebut dijalankan secara konsisten meski harus melewati beberapa siklus anggaran yang sulit.
Prof. Dr. Mustafizur Rahman, Distinguished Fellow Centre for Policy Dialogue (CPD), menilai konsistensi menjadi faktor utama keberhasilan Sri Lanka.
"Sri Lanka melakukan serangkaian langkah fiskal dan moneter, dengan bank sentral dan pemerintah bekerja sama untuk menerapkan kebijakan-kebijakan ini secara konsisten. Itulah yang memungkinkan mereka untuk memulihkan perekonomian," ujarnya.
Baca juga: Batu Safir Bintang Ungu Terbesar Dunia Dipamerkan di Sri Lanka, Harganya Capai Rp 6,7 Triliun
Selain reformasi domestik, restrukturisasi utang juga memberikan ruang bagi pemerintah untuk memulihkan ekonomi.
Kesepakatan restrukturisasi utang senilai 17,5 miliar dollar AS dengan pemegang obligasi swasta dan China, ditambah bantuan India sebesar 4 miliar dollar AS, memungkinkan Sri Lanka memenuhi kewajiban keuangannya tanpa mengganggu proses stabilisasi ekonomi.
Pada saat yang sama, sektor pariwisata dan remitansi pekerja migran kembali menjadi sumber utama devisa.
Jumlah wisatawan mencapai lebih dari dua juta orang sepanjang 2024 atau meningkat 38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, pengiriman uang dari pekerja migran juga meningkat sehingga membantu memperkuat cadangan devisa dan mengurangi tekanan pada sektor eksternal.
Didukung pemulihan industri, pertumbuhan sektor jasa keuangan, serta meningkatnya devisa dari pariwisata dan remitansi, ekonomi Sri Lanka akhirnya tumbuh 5 persen pada 2025.
Mustafizur Rahman menilai keberhasilan Sri Lanka juga tidak lepas dari konsistensi pemerintahan dalam melanjutkan kebijakan yang telah berjalan, termasuk setelah pergantian pemerintahan pada akhir 2024.
"Kekuatan sejati mereka terletak pada kenyataan bahwa apa pun keputusan yang mereka ambil, mereka benar-benar melaksanakannya. Itulah tata kelola pemerintahan yang baik, kapasitas kelembagaan, kemampuan untuk menindaklanjuti keputusan, dan pemantauan yang konsisten terhadap apakah implementasi benar-benar terjadi di lapangan," kata dia.
Baca juga: Tekan Kecelakaan, Sri Lanka Akan Manfaatkan AI untuk Pantau Sopir Bus dan Truk yang Lelah
"Setelah era Rajapaksa, membangun kembali tata kelola pemerintahan yang baik adalah tugasnya, dan mereka telah berhasil melakukannya dengan sangat baik. Justru karena itulah mereka mampu mencapai stabilitas dan pemulihan ekonomi," tambahnya.
Meski demikian, tantangan masih menanti. Pembayaran utang luar negeri berikutnya mulai jatuh tempo pada pertengahan 2027.
Kemampuan Sri Lanka menghasilkan devisa melalui ekspor dan perdagangan, bukan hanya dari bantuan luar negeri maupun remitansi, akan menjadi penentu apakah pemulihan tersebut dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Adapun, ini merupakan kali kedua Sri Lanka menyandang status negara berpenghasilan menengah ke atas.
Negara tersebut pertama kali meraih klasifikasi itu pada 2019, sebelum kembali turun ke kelompok negara berpenghasilan menengah ke bawah akibat perlambatan ekonomi dan krisis keuangan yang memuncak pada 2022.
Dengan status terbaru ini, Sri Lanka menjadi salah satu dari sedikit negara di Asia Selatan yang masuk kategori berpenghasilan menengah ke atas, bersama Maladewa.
SUKOHARJO, KOMPAS.com - Supercar McLaren milik content creator sekaligus streamer game bernama Febrian Paundra Alditama (21) alias Andra ST terlibat kecelakaan tunggal di Jalan Sukoharjo-Solo, Rabu (8/7/2026).
Kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 01.45 WIB. Mobil sport berwarna oranye itu terbelah menjadi dua usai menabrak tiang listrik PLN di depan RM Pak Cipto di Kelurahan Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.
Mobil tersebut dikemudikan Andra ST. Ia bersama salah seorang rekannya sesama content creator, Robby Adel Pantjoro (21).
Baca juga: Kecelakaan Supercar McLaren di Sukoharjo: Mobil Terbelah 2, Aki Terpental
Melalui video yang diunggah di akun Instagram Andra ST @andrastyt_, ia menyampaikan klarifikasi terkait insiden tersebut.
Melalui video berdurasi singkat itu, Andra mengatakan bahwa kejadian tersebut murni kecelakaan tunggal karena ban selip.
"Halo teman-teman, ini mau menginfokan untuk kecelakaan tadi bersama Abang Robby. Memang murni kecelakaan tunggal karena ban belakang dari mobilnya nyelip," ujar Andra di Sukoharjo, Rabu (8/7/2026).
Akibatnya ia kesulitan mengendalikan mobil saat terjadi ban selip.
"Karena memang kan kenceng ya, horsepower-nya tinggi. Jadi nggak bisa handling," terangnya.
Baca juga: McLaren Terbelah Dua di Sukoharjo Baru Dibeli 3 Bulan, Dikemudikan YouTuber Andra ST
Ia mengatakan saat kecelakaan tunggal terjadi tidak dalam pengaruh minuman keras alkohol.
"Kita habis nonton bola tadi live streaming juga. Terus selesai itu memang pengen jalan-jalan aja. Tidak dalam kondisi mabuk atau apapun itu. Ini masih sadarkan diri alhamdulillah," terangnya.
Andra mengatakan bahwa kondisinya dengan salah satu rekannya, Robby telah membaik dan diizinkan untuk pulang dari rumah sakit.
"Semuanya aman terkondisi. Ini di jam 4 malam. Tadi keluar di jam 5 malam udah. Kondisi semua aman teman-teman. Cuma perlu recovery aja," katanya.
Pada akhir keterangannya, Andra menyampaikan permohonan maaf terkait adanya insiden kecelakaan tunggal tersebut.
"Dan mohon maaf untuk Abang Robby dan setim. Semoga semua baik-baik aja. Mohon maaf sebesar-besarnya guys. Terima kasih," pungkasnya.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo, Iptu Ardian menjelaskan, kecelakaan bermula saat mobil McLaren yang dikemudikan Andra melewati lampu merah Telukan di Jalan Ciu, Sukoharjo menuju Solo dan mengalami ban selip.
"Saudara Andra selesai melaksanakan kegiatan nonton bola. Berjalan dari arah selatan, niatnya mau jalan-jalan ke arah Solo, kemudian setelah kena lampu merah di simpang Telukan Jalan Ciu, lalu berjalan dan terjadi selip," ujar Ardian di Pos Lantas Grogol, Rabu (8/7/2026).
Usai mengalami ban selip, Andra yang kesulitan mengendalikan mobilnya kemudian oleng ke kiri jalan dan menabrak tiang di depan RM Pak Cipto.
Berdasar keterangan yang dihimpun polisi, mobil sport tersebut dikemudikan dalam kecepatan di bawah 100 km/jam.
"Kalau menurut keterangan tidak terlalu kencang," ujarnya.
Ardian menyebutkan, pengemudi tidak dalam pengaruh minuman keras atau microsleep.
Baca juga: Supercar McLaren Laka Tunggal hingga Terbelah Dua di Sukoharjo Milik YouTuber Andra ST
"Kondisi pengemudi dalam keadaan fit. Tidak terpengaruh alkohol, maupun mengantuk," terangnya.
Kecelakaan tunggal ini mengakibatkan tiang listrik PLN patah dan pintu kaca minimarket pecah.
Pengemudi yakni Andra telah diizinkan pulang usai menjalani perawatan di RS Indriati Solobaru, sementara penumpang Robby warga Jakarta Selatan masih harus dirawat di RS.
"Dari hasil observasi dokter, untuk pengemudi bisa rawat jalan. Tapi untuk penumpang, saat ini masih observasi di rumah sakit," pungkasnya.
Ia menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Saat ini mobil McLaren masih berada di Pos Lantas Grogol.
ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir, begitu juga Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understading/MoU dengan Teheran.
Pernyataan itu disampaikan Trump di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turkiye, Rabu (8/7/2026), setelah ketegangan militer antara kedua negara kembali memanas.
AS pun telah meluncurkan serangan ke sejumlah target di Iran, dan Teheran membalasnya dengan menargetkan pangkalan-pangkalan AS di Teluk lagi.
Baca juga: AS Serang Iran Lagi, Balas Dendam atas Penyerangan 3 Kapal di Selat Hormuz
"Sejauh yang saya ketahui, ini sudah berakhir," ujar Trump kepada wartawan di KTT NATO saat ditanya mengenai status gencatan senjata dengan Iran.
"Hanya membuang waktu berurusan dengan mereka," tambahnya, dikutip dari Al Jazeera.
Langkah AS ini diambil menyusul rasa frustrasi Trump atas pelanggaran yang dilakukan Iran terhadap Nota Kesepahaman atau MoU, yang baru ditandatangani tiga minggu lalu.
Di sisi lain, Iran juga melayangkan tuduhan serupa bahwa AS berulang kali melanggar isi perjanjian tersebut.
Dalam pernyataannya, sebagaimana dikutip BBC, Centcom menyebut operasi tersebut bertujuan membebankan biaya yang besar kepada Iran karena menyerang kapal-kapal dagang di perairan internasional, yang dinilai sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata.
Sebelumnya, Washington telah memperingatkan bahwa akan ada konsekuensi atas serangan yang disebutnya tidak dapat diterima terhadap kapal-kapal tanker di Selat Hormuz.
Sementara itu, media Pemerintah Iran melaporkan serangan AS menghantam Pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan Sirik.
Laporan tersebut menyebut sejumlah warga mengalami luka akibat pecahan proyektil, tetapi hingga kini belum ada laporan korban jiwa.
Baca juga: AS-Iran Bentrok Lagi, Teheran Hantam Pangkalan Amerika di Bahrain dan Kuwait
Wakil Menteri Luar Negeri Iran mengecam serangan AS dan menyebutnya pelanggaran terhadap MoU yang ditandatangani Washington dan Teheran bulan lalu.
Ia menegaskan, Iran akan mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan nasional dan keamanan negaranya.
Dilansir Reuters, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menargetkan sejumlah fasilitas militer AS, termasuk Bandar Salman yang menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, serta Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait.
IRGC juga mengeklaim berhasil menembak jatuh drone pengintai MQ-9 milik AS yang disebut berusaha mengganggu jalannya operasi tersebut.
Baca juga: Disiarkan TV Iran, Megawati Beri Ucapan Duka untuk Ali Khamenei
Berdasarkan keterangan Teheran, agresi militer AS menyasar Iran selatan pada Rabu dini hari.
"Militer teroris AS dengan jelas melanggar Pasal 2, Ayat 4 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, melakukan agresi militer terhadap beberapa pusat pemantauan dan pengawasan di pantai selatan Iran," bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran.
Kemenlu Iran juga menegaskan, serangan-serangan tersebut merupakan pelanggaran mencolok terhadap Paragraf 1 Memorandum Kesepahaman tentang Pengakhiran Perang, yang mewajibkan penghentian operasi militer.
Selain mengecam AS, Teheran juga memperingatkan negara-negara di kawasan Teluk untuk mencegah pihak-pihak agresor menggunakan wilayah dan fasilitas mereka guna melakukan tindakan agresif terhadap Iran.
Iran secara tegas menambahkan, “Setiap kerja sama dalam melakukan kejahatan agresi terhadap Iran merupakan keterlibatan dan partisipasi dalam kejahatan tersebut”.
Kementerian Luar Negeri Iran turut mengingatkan Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal PBB terkait tanggung jawab mereka dalam menjaga perdamaian.
Dalam penutup pernyataannya, Kemenlu Iran menekankan bahwa angkatan bersenjata tak akan ragu membela integritas teritorial, kedaulatan nasional, dan keamanan nasional terhadap agresi militer AS sesuai Pasal 51 Piagam PBB, dan akan menargetkan sumber dan asal agresi tersebut.
Baca juga: Trump Susun Serangan Baru ke Iran Saat KTT NATO, Sambil Makan Malam